Kemarin saya begitu lelah sehingga tidak bisa posting di blog ini.
Sebetulnya kemarin saya ingin bersyukur bahwasanya saya dapat melakukan komunikasi dengan promotor doktor saya di ITB. Beliau rasanya baru kemarin datang ke kampus, karena beliau sudah sekitar 1 1/2 bulan melakukan kunjungan ke Jerman.
Saya mengetahui keberadaan beliau di ITB ketika melihat beliau dengan seorang tamu dari luar negri, berjalan dari Prodi Fisika menuju gedung FMIPA. Saat itu saya belum berani untuk menegur, karena beliau terlihat sibuk.
Nah, ketika saya sedang berada di lab mengerjakan format paper untuk konfrensi bulan Desember, saya lalu disuruh pembimbing S1 dan S2 saya (masih jadi pembimbing S3 sich, tapi beliau sebagai co-pembimbing) untuk menemui promotor saya ini.
Sebenarnya saya dan promotor S3 saya ini sudah saling kenal. Saya sempat bimbingan dengan beliau ketika S1 namun pindah karena alasan topik riset yang tidak sesuai.
Saya lalu memberanikan diri untuk membuka komunikasi. Saya datang ke ruangannya dan beliau pun langsung me-respon dengan baik.
Yang membuat saya merasa “dihargai dan terhormat” adalah ternyata beliau masih ingat saya dan memanggil saya langsung dengan nama. Memang, pembimbing S1 dan S2 saya sudah berbicara tentang saya, tapi tetap saja, adalah suatu kehormatan bagi saya.
Pembicaraan pun terjadi mengenai kemungkinan adanya komunikasi dengan calon Prof. saya di Perancis untuk membuka riset bersama dengan Fisika ITB.
Beliau pun setuju untuk kembali membicarakan kerjasama ini dengan pihak lab di Perancis sana. Semoga proses ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai kehendak-Nya.
Thank you, Jesus.
- be grateful everyday -